Pepe Reina Resmi Menjadi Kiper Aston Villa

Kiper yang sudah berusia 37 ini mengenang kebersamaanya saat bersama AC Milan, dengan status sebagai kiper pinjaman di Aston Villa Liga Inggris. Pepe Reina bergabung bersama AC Milan pada bulan Juli tahun 2018 dengan status bebas transfer dari Napoli. Pada awalnya Pepe Reina berharah ia dapat menjadi kiper utama AC Milan dikarenakan Gianluigi Donnarumma akan pindah dari AC Milan saat itu. Tetapi pada akhirnya saat ini memutuskan untuk pindah menuju Aston Villa di Inggris.

“Saat ini saya mencoba melakukan yang terbaik dan juga membantu Gigio agar dapat berkembang, AC Milan memang sekarang sedang kesulitan, namun mereka akan dapat tampil lebih baik nantinya,”ucap Pepe Reina.

Pada sepanjang musimnya bersama AC Milan ia baru menampilkan satu kali penampilannya. Selain itu sejak Pepe Reina bersama Napoli, sudah 13 kali tampil dan melakukan 3 kali clean sheets dan kebobolan 16 gol. Untuk Gianluigi Donnarummasampai saat ini sudah bermain 18 penampilan dan kebobolan 23 gol juga melakukan 7 kali clean sheets. Gianluigi Donnarumma juga sering mendapat rumor hengkang dari AC Milan, tetapi sampai saat ini ia masih bertahan.

Kiper veteran usia 37 tahun tersebut juga tidak ingin menunggu untuk giliran main bersama AC Milan, Pepe Reina merasa keputusannya menuju Aston Villa sudah sangat tepat. Pepe Reina juga mengaku  jika ia mau bergabung menuju klub dimana saja agar ia dapat menjadi pemain sepak bola lagi saat ini.

“Liga Inggris itu liga paling menyenangkan. Saat saya datang kesini dengan tujuan saya membantu juga memberikan yang terbaik bagi klub. Saat ini saya dapat bermain disini juga mempunyai kesempatan agar tetap menjadi pemain sepak bola seperti sekarang ini,”Kata pepe Reina.

Sekarang Aston Villa berada pada zona degradasi dan  menduduki peringkat ke-18 Liga Inggris 2019/2020 dengan 21 poin. Aston Villa hanya terpaut 1 poin dengan Watford yang ada di posisi ke-17. Pepe Reina berharap dengan kedatangannya menuju klub dapat membantu dan memberikan penampilannya yang terbaik menjadi seorang kiper profesional dan dapat membantu tim agar lebih baik saat ini.

Hasil Piala Super Italia; Juventus Vs Lazio 1 – 3

Lazio memenangkan Piala Super Italia yang kelima kalinya setelah mengalahkan Juventus dengan skor 3 – 1 dalam laga
yang dipertandingkan di Stadion Universitas Raja Saud, Riyadh, Arab Saudi, Senin (24/12).

Hasil Piala Super Italia;  Juventus Vs Lazio 1 - 3
Hasil Piala Super Italia; Juventus Vs Lazio 1 – 3

berikut adalah pertemuan yang kelima antara kedua tim pada Piala Super Italia, dan sebelumnya masing – masing memiliki dua kemenangan. Dua pekan silam, Lazio juga mengalahkan Juve di Liga Italia dengan skor yang sama. Kekalahan ini adalah kekalahan pertama sang juara bertahan di liga domestik pada musim ini.

Lazio sukses mendapatkan kemenangan melalui gol yang dibuat Luis Alberto (17′), Senad Lulic (73′), juga Danilo Cataldi (90′). Sedangkan Juventus hanya bisa membalas satu gol yang dibuat Paulo Dybala (45′), demikian catatan resmi Liga Italia.

Lazio mempunyai peluang pertama melalui Alberto, tetapi tendangannya masih melambung berada di atas mistar gawang Juventus. Namun pada peluang yang berikutnya, pemain Spanyol itu tidak membuang kesempatan itu. Bola dari Sergej Milinkovic-Savic dapat ditendang untuk membuka keunggulan I Biancoceleste.

Dari sejumlah ancaman yang ditebar Cristiano Ronaldo juga Paulo Dybala, Juve baru dapat menyamakan keadaan menjelang pertandingan babak pertama selesai. Ronaldo melepaskan tendangan kaki kiri dan masih mampu ditahan kiper Thomas Strakosha, Paulo Dybala dapat mematahkan perangkap offside kemudian bergerak cepat menyambut bola pantul tersebut.

Lazio mencoba mengancam Juve melalui sepakan melengkung yang masih dapat dipatahkan kiper Wojciech Szczesny, juga peluang yang lain dari sundulan Joaquin Correa melebar.

Skuad Simone Inzaghi merestorasi keunggulan mereka ketika umpan silang Marco Parolo dilanjutkan Milinkovic-Savic untuk Lulic, dan kemudian melepaskan tendangan voli pada sudut atas gawang Juventus.

Tertinggal satu gol membuat Juve semakin agresif dalam mencetak gol. Sundulan Dybala juga Leonardo Bonucci dapat sempat mengancam pada gawang Lazio, tetapi upaya mereka belum tepat sasaran.

Justru Lazio  mampu menambah keunggulan, dari pelanggaran yang berbuah kartu kuning kedua untuk Rodrygo Bentancur,  Lazio mendapatkan peluang tendangan bebas, Danilo Cataldi yang menjadi penendang bola sukses melesatkan bola ke gawang Juventus dan untuk mengamankan kemenangan timnya itu.