Belajar Menjadi Orang Yang Bersimpati Dan Berempati

Belajar Menjadi Orang Yang Bersimpati Dan Berempati

Jadilah orang yang berani bukan hanya di kandang saja, atau saat ada temanmu. Dan jangan hanya berani menindas orang lemah, atau orang yang lebih rendah dari anda. Berani itu, saat anda tahu itu salah, dan berani untuk speak up. Berani mengatakan maaf jika tahu anda salah. Berani membela mana yang benar. Itulah baru dikatakan berani. Dan berani ini tidak memiliki standar. Tidak harus pria, atau orang dewasa. Tapi berani ini berlaku untuk semuanya.

Belajar Menjadi Orang Yang Bersimpati Dan Berempati

Kadang semakin dewasa seseorang. Semakin tahu kerasnya dunia, semakin tahu tidak adilnya dunia. Dan tahu beragam orang yang memiliki karakter yang berbeda. Apalagi saat berada di tempat orang atau kota orang. Membuat orang semakin takut. Takut menjadi melakukan kesalahan, takut berbuat hal sembarangan, takut salah berucap, dan lain sebagainya. Ini bagus, sehingga menghindarkan kita dari masalah.

Dan membuat kita lebih tahu diri. Tapi bukan berarti anda menjadi takut membela yang benar, takut menegur orang yang berbuat kesalahan. Takut berbuat benar dan takut untuk mengatakan hal yang benar. Orang yang terlalu sibuk dengan dirinya sendiri, cenderung menjadi orang yang bodoh amat. Bodoh amat dan tidak peduli pada lingkungan sekitar. Sehingga saat melihat ada orang di sekitarnya sedang di bully atau di rampok dan sebagainya. Dia cenderung menghindari dari tempat tersebut.

Sehingga ia akan terjauhi dari sebuah masalah. Ini bukanlah sikap yang diharapkan. Bukan berarti takut berbuat kesalahan menjadi orang yang takut untuk menolong atau berbuat baik. Malahan jika anda memilih menghindar karena takut menjadi korban atau membuat masalah lebih besar, hanya membuat anda menjadi pecundang, dan tidak berbeda dengan para tersangka kekerasan tersebut.

Walaupun anda tidak ikut membully atau menyerang orang tersebut. Tapi membiarkan hal itu terjadi, sama saja dengan anda mendukung sikap tersebut. Cobalah menjadi orang yang lebih berempati dan simpati. Menjadi lebih peka dengan keadaan sekitar. Dan bayangkan jika korban tersebut adalah anda, atau orang yang anda cintai. Dan ada orang lain hanya lewat atau menontonnya. Pasti anda marah kan. Jangan tunggu orang terdekat kita menjadi korban baru anda menjadi orang yang bersimpati.