Makanan merupakan bagian penting pada kehidupan manusia dapat memberi tubuh energi, nutrisi juga memuat enak pada rasa. Mulai sarapan sampai makan malam juga makanan ringan bahkan makanan penutup harian, selain itu makanan juga dapat dinikmati tanpa peduli kebiasaan seseorang juga batasan yang dihadapi.

Tetapi banyak masyarakat Indonesia makan makanan olahan dan penting agar mengetahui apa yang telah masuk ke makanan tersebut. Saat resep itu cenderung dilarang pada negara luar negeri.

Tartrazina / Pewarna Makanan Kuning Dilarang di Norwegia Inggris juga Austria

Keju merupakan produk yang dapat dimakan pada seluruh dunia ini, namun mungkin ditujukan banyak untuk anak juga dapat dikonsumsi pada usia berapa saja.

Pewarna makanan kuning atau tartrazina merupakan produk kimia dapat ditambahkan untuk meningkatkan warna juga kecerahan dan terdapat pada makanan olahan dengan rasa keju juga digunakan terutama dalam makanan namun juga disetujui untuk digunakan pada tekstil.

Pada semua hal yang digunakan dalam makanan pewarna makanan harus disetujui BPOM sebelum ditambahkan dalam bahan kebutuhan. Tartrazina di Indonesia digunakan pada Minuman ringan, keripik, puding, kue, sereal, saus, sup, permen, es krim, jeli, selai, acar, mustard, mie, jus dan yogurt.

Namun tidak untuk di Norwegia, Inggris, juga Austria di mana tartrazina sudah dilarang pada berbagai negara dikarenakan efek kesehatan negatif pada anak. Namun ada beberapa negara lain menetapkan batas maksimal penggunaan tartrazina itu.

Titanium dioksida / Pewarna Makanan Putih Dilarang di Prancis

Tampilan putih makanan tajam seperti donat bubuk, es krim, yogurt, mayones juga produk lainnya memberikan kontras tajam bagus dengan warna cerah dari makanan lain apabila seseorang ingin mengambil gambar makanan. Titanium dioksida yang membuat makanan ini jadi putih .

Bahan kimia itu juga paling sering digunakan pada tabir surya, cat, plastik juga sudah terbukti mempunyai beberapa efek samping negatif saat dikonsumsi berlebihan. Dan jumlah diizinkan FDA AS adalah sekitar 1% dalam makanan.

Khawatir menggunakan titanium dioksida merupakan nanopartikel, jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan reaksi merugikan seperti peradangan pada sistem pencernaan, clastogenisitas juga pada beberapa kasus pada gangguan neurologis serta kemungkinan perkembangan tumor. Masalah kesehatan tersebut muncul saat dikonsumsi dengan jumlah sangat banyak, dan lebih dari sekadar sekotak donat bubuk.

Tetapi begitu kekhawatiran muncul beberapa merek dagang seperti Dunkin Donuts kemudian menghentikan penggunaan titanium dioksida dalam makanannya. Di Indonesia penggunaan bahan tersebut dalam makanan masih di izinkan sedangkan di Prancis bahan ini sudah dilarang.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *